Mengenai Saya

Foto saya
Sebelum ajal menjemput, tinggalkan jejak yang bermanfaat.

Rabu, 01 Desember 2010

Piknik

Kami piknik ke Karang anyar. Naila yang lucu nyenyak tertidur di pangkuan Mas Udin yang berjiwa kebapak-an. Jadi ngiri nich.


Berhenti di pinggir jalan. Beberapa orang diantara kami tengah memilih, menawar buah durian. Mereka pecinta durian. Sedang aku dan si jilbab hijau muda yang berdiri membelakangi kamera itu mencium baunya saja sudah ilfil. Apalagi untuk menyantapnya. Sorry, yah. 


" Nyam. Nyam. Nyam. "
" Enaknya durian ini. Lezatt. Haw ste ! "
" Uh. Mau dong. Tapi... baunya itu, ampuunn, bikin eneg duluan..."


" Kalau makan durian itu pertama dibelah dulu. Lalu comot satu. Lakukan dengan penuh penjiwaan. Perlahan, biarkan lidah menikmati sensasi rasa durian. Tatap orang di sekitar anda. Pamerkan betapa durian ini amat lezat. Buat orang - orang di sekitar anda mupeng." 

" Bete. Boring.Pesenan baksonya gak datang - datang. Mana perut udah kukuruyuk lagi. "

Sragen Manise


Candi batas Ngawi Sragen. Aku lebih suka menamainya seperti itu, lantaran letaknya persis antara gerbang gapura masuk kabupaten Sragen dan kabupaten Ngawi. Jumlahnya ada 2 buah. Satu di sisi kiri jalan. Satu lagi di sisi kanan jalan. Sayang candi yang unik dan eksotis ini hanya sekedar bangunan penghias jalan, yang keberadaannya sebenarnya dapat juga difungsikan sebagai objek wisata. Setuju ?   





Masjid I'tihad. Berada di Pucuk, Sepat, Masaran, Sragen. Dekat BRI Sepat. Tiap shalat 5 waktu, aku berusaha untuk bisa jamaah di sana. Keakraban akan terasa. Jamaah rutin datang dari beragam profesi. Bagiku masjid ini ibarat oase di gurun nan gersang. Oh, ya. Kalau ingin istirahat barang sejenak di sana, sekedar tidur- tiduran, masjid ini cukup pewe. 

Rumah kawanku. Sebelumnya digunakan sebagai bengkel kecil - kecilan dan jualan ban dan onderdil bekas. Sekarang nasib bengkel ini mati suri. Sang pemilik merantu ke luar jawa.



Panorama detik - detik menjelang mentari terbit nan menakjubkan. Kuabadikan dengan kamera hp dari jalan menuju Gondang.

Selasa, 30 November 2010

cerpen-ku, " Hape"

Hape                       

jam setengah tujuh pagi. aku tengah membuka-buka buku cataatan sambil menunggu bel masuk. ada beberapa temanku yang juga latah. dan banyak pula yang asyik bercengkrama tak tentu arah. kami adalah murid kelas 3 sma di sebuah seko;ah swasta. aku bertekad dalam hati untuk mengurangi sedikit kebiasaan kurang bermanfaat, seperti menyia-nyiakan waktu, dsb. fokusku satu. belajar.


aku punya banyak teman. meski tak semuanya akrab denganku tapi setidaknya ada beberapa teman yang dekat dan lekat denganku. salas satunya aryo. pagi itu kulihat aryo datang jam 7 kurang 5 menit.. tetapi aku merasa ada yang aneh pada dirinya. takseperti biasanya, wajahnya tampak cerah, lebih sumringah daripada hari - hari kemarin. dia persis duduk di depanku. lalu kucoba kucari tahu apa yang menjadi penyebabnya. kuselidiki dia.


tangan kannya perlahan merogoh kantong celana panjangnya. sepertinya dia mengambil sesuatu. hp hitam yang harganya sekitar rp. 700 ribuan berada di geggamannya. terkejut juga aku. aku tahu aryo tak punya hp. dan tersibaklah kini misteri wajah sumringah aryo.


" sssst. aryo. wh hp baru nih?


" ehhh..." aryo sedikit kaget.


" iya. kakakku kemarin mengirimnya dari malaysia. " katanya sambil melempar senyum bergetar.


aku memperhatikan tingkah aryo. jempol tangannya bergerak dengan sedikit kaku. belum terbiasa. dan bimo teman sebangkunya jadi pemandu yang baik baginya.

                                                                          ***

aryo sebenarnya murid yang pintar. dia termasuk golongan anak 5 besar. bahkan dia pernah mendapat peringkat pertama di kelas kami. tapi, anehnya, semenjak dia punya hape entah mengapa dia jarang sekali mengacungkan tangan buat menjawab pertanyaan dari guru. ya. Dulu dia begitu cekatan dan antusias, murid yang paling berni menjawab dan tepat pula jawabannya. Pas sewaktu istirahat, aku bersama dia. Obrolan yang dulu hidup adalah tentang pelajaran dan cerita - cerita lucu tapi dari mulut Aryo selalu terucap masalah hp dan hp.

bersambung -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------