Seorang pembenci amat rentan terjangkiti ragam penyakit hati, seperti iri, dengki, gampang emosi, suka berprasangka negatif. Dia selalu underestimate. Melihat segala sesuatu dengan kacamata gelap. Seorang pembenci dalam hatinya tidak ada istilah damai, ketenangan, isinya cuma perang dan permusuhan.
Seorang pecinta adalah cara memandang penuh jiwa kebaikan. Tak mudah melayangkan asumsi negatif pada setiap orang. Hati seorang pecinta jernih sejernih mata air pegunungan. Bercahaya teduh selayak mentari pagi.
Dia berpikir : buat apa menaruh benci di hati, toh pada akhirnya benci itu akan membunuh jiwanya. Dia enggan menjadi tawanan dari raja kebencian yang berkuasa di hatinya. Cara berpikirnya amat mendalam. Buat apa bermuka masam, dia lebih suka berwajah manis. Membawa keindahan pesan.
- Mei 2014 -

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
silakan anda berkomentar, namun tetap jaga kesopanan dengan tidak melakukan komentar spam.